Klik Riset News

Cepat, Aktual, Sekali Klik

Janggal! Beda Informasi Jumlah Pelaku Bullying Siswa SD, Ada Upaya Tutupi Kasus? | BORGOL

Sumber: https://youtu.be/7KYo1alwl0s?si=nEPUZRdjIHn3npos

PEMALANG, KOMPAS.TV – DPR menyoroti kejanggalan dalam kasus dugaan perundungan yang berujung pada meninggalnya seorang siswa di Pemalang, Jawa Tengah.

Anggota DPR Fraksi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengatakan salah satu kejanggalan adalah perbedaan informasi soal terduga pelaku.

Almarhum sempat menyebut pelaku tiga orang, sedangkan pemda dan polisi menyebut dua orang.

Doli menduga ada upaya menutupi kasus ini. Ia juga menyoroti kepala sekolah yang dinonaktifkan, ternyata hanya dipindahkan ke sekolah lain.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR, Maria Yohana Esti Wijayanti, usai mengunjungi rumah korban di Pemalang, mendorong agar kasus ini diusut seterang-terangnya.

Ia mendesak penguatan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional untuk melindungi siswa di lingkungan sekolah.

Polres Pemalang telah menetapkan dua siswa sebagai anak yang berhadapan dengan hukum terkait kasus perundungan yang berujung maut. Polisi juga menyebut keduanya bukan anak polisi.

Kasus perundungan terungkap setelah seorang siswa berusia 7 tahun di Pemalang meninggal dunia pada 30 September.

Sebelum kematiannya, korban mengaku dipukuli oleh tiga kakak kelasnya. Dugaan itu diperkuat oleh siswa lain yang berada di lokasi.

Sumber: Janggal! Beda Informasi Jumlah Pelaku Bullying Siswa SD, Ada Upaya Tutupi Kasus? | BORGOL

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *