MEDAN, Rabu (21/10/2026) – Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum reda membuat masyarakat mencari cara menjaga kesehatan, termasuk lewat menu makanan sehari-hari. Para pakar mengingatkan, makanan bergizi membantu menjaga daya tahan tubuh, tetapi bukan pengganti masker dan pembatasan aktivitas di luar rumah.
Kementerian Kesehatan mencatat 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dari 63 kabupaten/kota di tujuh provinsi terdampak karhutla hingga 11 Oktober 2026. Pada 15 Oktober, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat, terutama bayi, balita, lansia, dan ibu hamil, membatasi aktivitas di luar rumah selama kabut asap berlangsung. Warga juga diminta tidak mengabaikan gejala seperti batuk, iritasi mata, atau gatal pada kulit yang berkepanjangan. goodnewsfromindonesiakemkes
Tidak Ada Makanan “Ajaib”
Dokter spesialis anak Yogi Prawira menjelaskan bahwa tidak ada makanan, minuman, vitamin, maupun suplemen yang menjadi jalan pintas untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah makanan bergizi seimbang yang memuat karbohidrat, protein, dan lemak, serta tidur yang cukup. rctiplus
Sayur, Buah, dan Sumber Protein
Ahli gizi RSCM Jakarta, Fitri Hudayani, dalam keterangan kepada Antara sebelumnya menyebut vitamin C dari buah-buahan dan vitamin A dari sayuran berperan menjaga daya tahan tubuh. Telur, daging ayam, dan daging sapi juga menjadi sumber vitamin A. Ia menambahkan, bagi orang yang sudah menerapkan pola makan sehat dengan sayur dan buah, suplemen vitamin tidak diperlukan. Suplemen hanya menjadi tambahan bagi yang asupan sayur dan buahnya kurang atau kebutuhan gizinya meningkat. kompaskompas
Soal cairan, Fitri menganjurkan air putih sekitar dua liter per hari dan menyarankan menghindari minuman tinggi gula. Buah juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. antaranews
Contoh Penerapan di Meja Makan
Berdasarkan anjuran di atas, menu harian dapat disusun dari sayur berwarna seperti bayam dan wortel, buah segar sebagai camilan, serta lauk telur, ikan, atau ayam. Pilih air putih ketimbang minuman manis kemasan. Keluarga dengan anak kecil, lansia, ibu hamil, atau penderita penyakit pernapasan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk kebutuhan yang lebih spesifik.
Perlindungan Utama Tetap Sama
Menkes menegaskan, membatasi aktivitas di luar rumah, memakai pelindung saat terpaksa keluar, dan segera memeriksakan diri ketika bergejala adalah langkah penting selama kabut asap berlangsung. Kemenkes juga menyiapkan obat-obatan di puskesmas wilayah terdampak. kemkes
Sources:
- Menkes imbau kelompok rentan batasi aktivitas di luar rumah saat kabut asap (Kemenkes)
- Kemenkes ungkap ratusan ribu orang dan balita terkena ISPA imbas karhutla (Good News from Indonesia)
- Kasus influenza A meningkat, perlukah anak diberi makanan dan minuman khusus? (RCTI+)
- Ahli gizi ingatkan pentingnya asupan vitamin A dan C (Kompas TV)
- RSCM sarankan masyarakat perbanyak konsumsi buah saat cuaca panas (Antara)



Leave a Reply