Klik Riset News

Cepat, Aktual, Sekali Klik

Harga BBM di Malaysia Naik, Lebih Mahal atau Murah Dibandingkan Indonesia?

KOMPAS.com – Malaysia menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) RON 97 dan RON 95 nonsubsidi sebesar 15 sen per Kamis (8/10/2026). Diketahui, Malaysia menggunakan Mekanisme Penetapan Harga Otomatis (APM) untuk menentukan harga BBM mingguan. Dikutip dari Asia One, Kamis (8/10/2026), harga BBM bensin RON 97 tercatat sebesar 5,15 ringgit Malaysia (Rp 22.556,31) per liter, kemudian RON 95 non-subsidi 4,67 ringgit (Rp 20.453,97) per liter. Sementara itu, harga solar atau diesel non-subsidi serta BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan per 8 Oktober 2026.

Daftar harga BBM Malaysia Pemerintah Malaysia memberikan subsidi untuk BBM jenis bensin di bawah program Budi Madani RON95 (BUDI95) dan Sistem Kawalan Petrol Bersubsidi (SKPS). BBM BUDI95 disalurkan untuk kendaraan pribadi warga negara Malaysia secara umum, sedangkan BBM SKPS untuk kendaraan komersial dan transportasi publik. Adapun harga bensin RON 95 di bawah program BUDI95 dipatok dengan harga 1,99 ringgit atau Rp 8.715,93 per liter. Sementara itu, harga BBM RON 95 subsidi Malaysia di bawah program SKPS sebesar 2,05 ringgit atau Rp 8.978,73 per liter. Meski mempunyai RON lebih tinggi, harga BBM bersubsidi di Malaysia justru bisa lebih murah dibandingkan Indonesia. Seperti diketahui, Pertalite yang menjadi BBM bersubsidi di Indonesia dengan RON 90 memiliki harga Rp 10.000 per liter. Berikutnya, BBM RON 95 non-subsidi Malaysia seharga 4,67 ringgit (Rp 20.453,97) per liter sedikit lebih mahal dibandingkan Pertamax Green 95. Harga Pertamax Green 95 di Jakarta serta provinsi-provinsi lain di Pulau Jawa dipatok sebesar Rp 19.150 per liter.

Namun begitu, solar non-subsidi di Malaysia juga lebih murah daripada Indonesia. Tercatat, BBM solar non-subsidi Malaysia seharga 5,27 ringgit (Rp 23.081,89). Sementara itu, Pertamina Dex di Jakarta dipatok dengan harga Rp 25.200 per liter, kemudian Dexlite seharga Rp 23.700. Meski demikian, solar bersubsidi di Malaysia di bawah program Budi Madani Diesel maupun Sistem Kawalan Diesel Bersubsidi (SKDS), lebih mahal dibandingkan Indonesia. Solar Budi Madani Diesel seharga 2,10 ringgit (Rp 9.197,72) per liter, sedangkan solar SKDS dipatok 2,15 ringgit (Rp 9.416,71) per liter. Adapun Biosolar yang menjadi BBM solar atau diesel bersubsidi Indonesia, harganya hanya Rp 6.800 per liter.

Dilansir dari Bernama, Kamis (8/9/2026), rincian harga BBM di Malaysia per liter yang berlaku pada periode 8-14 Oktober 2026 sebagai berikut: Harga bensin RON 95 BUDI95: 1,99 ringgit atau Rp 8.715,93 RON 95 SKPS: 2,05 ringgit atau Rp 8.978,73 RON 95 non-subsidi: 4,67 ringgit atau Rp 20.453,97 RON 97: 5,15 ringgit atau Rp 22.556,31. Harga solar Budi Madani Diesel: 2,10 ringgit atau Rp 9.197,72 SKDS: 2,15 ringgit atau Rp 9.416,71 Non-subsidi: 5,27 ringgit atau Rp 23.081,89.

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/10/08/190000465/harga-bbm-di-malaysia-naik-lebih-mahal-atau-murah-dibandingkan-indonesia-.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *